Search
Pencari Kerja Bergabung
IDPRO Pelabuhan Indonesia

Pelabuhan Tanjung Tembaga - By Shipsapp Indonesia

(11 reviews)
4

Pelabuhan Tanjung Tembaga

Pelabuhan Tanjung Tembaga adalah pelabuhan yang bersejarah, karena dahulu pada zaman penjajahan Jepang pelabuhan ini sebagai tempat pendaratan tentara Jepang dan bongkar muat keperluan penjajahan.

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal sandar, berlabuh naik turun penumpang dan atau bongkar / muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang Pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.

Pelabuhan mempunyai peranan penting dan strategis karena Pelabuhan merupakan pintu gerbang perekonomian , penunjang kelancaran arus, perpindahan orang dan atau barang melalui perairan, juga sebagai penunjang penggerak dan pendorong pencapaian tujuan Nasional memperkokoh pertahanan dan keutuhan bangsa, memantapkan perwujudan Wawasan Nusantara serta menguatkan Ketahanan Nasional.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas IV Probolinggo adalah Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan tugas melakukan pemberian, pelayanan lalu lintas angkutan laut, keselamatan pelayarandan keamanan di Pelabuhan serta mengkoordinasikan kegiatan instansi terkait dalam rangka memberikan pelayanan jasa Pelabuhan guna menjamin kelancaran tugas Operasional di Pelabuhan. Pelabuhan Probolinggo dikenal dengan sebutan Pelabuhan Tanjung Tembaga ditetapkan sebagai Pelabuhan pantai pada tahun 1920 berdasarkan Statblad 1920 No. 424 jo Statblad 1926 No. 546. 

SEJARAH

Pada masa zaman penjajahan Belanda kegiatan Pelabuhan Tanjung Tembaga cukup ramai karena hasil perkebunan seperti Tembakau, Gambir, Gula dan sebagainya di export kenegara-negara Eropa melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga probolinggo. Sejalan dengan perkembangan perdagangan, perekonomian dan perkembangan angkutan laut, maka Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo berubah statusnya dari Pelabuhan Pantai menjadi Pelabuhan Laut yang terbuka untuk perdagangan dari dan ke luar negeri. Bahwa untuk menunjang kelancaran angkutan laut di Pelabuhan Tanjung Tembaga saat ini mempunyai sarana dan prasaran antara lain Talud sepanjang lebih kurang 961 meterlebar 18 meter dengan kedalaman 1,5 meter / lws , dibangun pada tahun 1920 kondisi fisiknya yang sederhana karena terbuat dari pasangan batu kali tanpa menggunakan konstruksi batu beton yang kuat, talud ini berfungsi sebagai tempat tambatnya kapal-kapal guna melakukan kegiatan bongkar/muat barang dari dan ke kapal.

Mengingat keterbatasan kedalaman kolam Pelabuhan yaitu 0.80 meter/lws maka kapal-kapal yang bisa masuk hanya kapal-kapal lokal , rakyat, dan nelayan dengan draf maximum 2.00 meter. Demikian juga dengan tongkang-tongkang yang mempunyai draft yang sama tidak lebih dari 2.00 meter sedangkan untuk kapal-kapal Nusantara dan samudera berlabuh di reede perairan sekitar 1 mil sebelah utara ujung Talud untuk kegiatan bongkar / muat barang menggunakan tongkang ( reede transport ), sampai saat ini secara fisik Pelabuhan Tanjung tembaga probolinggo belum banyak mengalami perubahan walaupun perkembangan industri dan teknologi disektor angkutan laut sudah berkembang dengan pesat.

Usaha untuk pengembangaan telah diupayakan melalui dana APBN dan APBD Propinsi Jatim dengan BUP PT. DABN sebagai Operator membangun sarana fasilitas Pelabuhan. Dalam tahun 2012 tercatat total kunjungan kapal sebanyak 2.740 Unit sedangkan kegiatan bongkar muat barang serta kegiatan lainnya tercatat antar pulau bongkar 300.281,10 ton, muat 106.869,07 ton, sedangkan embarkasi / debarkasi penumpang semakin meningkat dengan gencarnya promosi wisata gunung Bromo dan sekitarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No.KM.39 tahun 1999 tanggal 21 juni 1999 telah ditetapkan batas-batas Daerah Lingkungan Kerja Perairan seluas 4.205 Ha. Daerah Lingkungan Kepentingan Perairan Pelabuhan seluas 35,941 Ha bahwa DLKp dan DLKr dimaksud untuk mengantisipasi kebutuhan / pengembangan Pelabuhan Probolinggo dimasa mendatang. Pada tahun 2008 Pelabuhan Probolinggo mulai dikembangkan, sisi darat melalui dana APBD Provinsi Jawa Timur dan sisi laut melalui dana APBN. 

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(Masterplan for Acceleration and Expansion of Indonesia's Economic Development) dengan singkatan MP3EI adalah sebuah pola induk perencanaan ambisius dari pemerintah Indonesia untuk dapat mempercepat realisasi perluasan pembangunan ekonomi dan pemerataan kemakmuran agar dapat dinikmati secara merata di kalangan masyarakat. Pada 20 Mei 2011 Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (disingkat KP3EI) dibentuk adalah sebuah lembaga yang melakukan koordinasi untuk pelaksanaan MP3EI. Percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ini akan didukung berdasarkan potensi demografi dan kekayaan sumber daya alam, dan dengan keuntungan geografis masing-masing daerah. Salah satunya adalah Probolinggo masuk dalam koridor ekonomi Jawa.

Sesuai Peraturan Menteri Nomor 135 tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 36 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan dan Berita Acara Serah Terima Nomor KU.105/02/15/UPP.Kbt-15 tanggal 09 Oktober 2015 Wilayah Kerja Tersus PLTU Paiton dan Wialayah Kerja Pelabuhan Kalibuntu Kraksaan Probolinggo dari Kantor UPP Kelas III Kalbut ke Kantor KSOP Kelas IV Probolinggo. Dengan mempertimbangkan potensi hinterland yang memilki daerah pertanian, perkebunan, pertambangan, wisata dan sektor industri dan makin optimalnya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maka prospek Pelabuhan Probolinggo semakin cerah.

Fasilitas

  • Kapal Pandu
  • Kapal Tunda
  • Kapal Kepil
  • Kapal Survey
  • Kapal Gandeng
  • Tongkang Air
  • Kapal Sampah
  • Kontainer Crane
  • Transiter
  • Forklift
  • Top Loader
  • Side Loader
  • Truck Chasis
  • Lapangan Peti Kemas
  • Transiter Lapangan
  • Super Trucker
  • Head Truck Lapangan
  • Panjang Pelabuhan
  • Lebar Pelabuhan
  • Kedalaman
  • Kolam
  • Dermaga
  • Unit Gudang
  • Lapangan Penumpukan
  • Radio
  • Cuaca
Kategori Bisnis | (0)
Kategori Bisnis | (0)
Kategori Bisnis | (0)
Kategori Bisnis | (0)
Fasilitas
Fasilitas terdekat Jarak
RSIA Amanah Probolinggo 1,8 KM
POLSEK MAYANGAN 800 M
Peralatan

# Nama Jumlah
1 Kapal Tunda 0 Unit
2 Kapal Pandu 0 Unit
3 Kapal Kepil 0 Unit
4 Kapal Survey 0 Unit
5 Kapal Gandeng 0 Unit
6 Tongkang Air 0 Unit
7 Kapal Pembersih Sampah 0 Unit

Radio | VHF

Nama radio Call Sign Band Radio Frekuensi
Probolinggo Radio PKD 23 VHF 156.6, 156.7, 156.8
Probolinggo Radio PKD 215 VHF 160.825, 160.875
Probolinggo Radio PKD 219 MHF 4.146, 6.224, 8.297, 12.353

Spesifikasi Pelabuhan

Panjang Pelabuhan Lebar Pelabuhan Kedalaman Pelabuhan
[ 93 ] Meter [ 18,5 ] Meter [ -2,5 ] Meter

Dermaga Pelabuhan
# Tipe Nama Panjang Kedalaman Kapasistas
1 Kapal Niaga Dermaga Taluk Tegak Barat 364 M -2,5 M'LWS'
2 Kapal Niaga Dermaga Taluk Tegak Timur 640 M -2,5 M'LWS'
3 Kapal Niaga Dermaga Pinggiran 337 M -2,5 M'LWS'
4 Kapal Niaga Dermaga Taluk Tegak 20 M -2,5 M'LWS'
Alur Pelabuhan
Panjang Lebar Kedalaman
93 18,5 [ -2,5 ]
Gudang Pelabuhan

Unit Gudang [ ] Luas Total [ 2,8 ]

Lapangan Penumpukan Pelabuhan

Luas Konvensional [ 2,1 ] Luas Petikemas [ ]

Breakwater Pelabuhan

Panjang [ 0,6 ]

Add Revies & Rate iteam

Your rating for this listing :

Mitra Pelabuhan

Crewing
0
Shortcourse
0
Bunker Service
0
Shipagent
0
MARINE STORE
0
Ship Owner/Manager
0

Location / Maps :

Bergabung bersama kami

Dapatkan layanan lebih dalam kemudahan memasarkan usaha dan produk anda