>

Artikel details

Pengetahuan Umum tentang ShipsApp dan Maritim Indonesia

Petunjuk pelaksanaan transportasi laut selama libur NATARU 2021

23 Desember 2020 | Artikel | Yuswan Armadian | 1463
foto

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Edaran Nomor : SE 21 Tahun 2020 tentang PETUNJUK PELAKSANAAN PERJALANAN ORANG DENGAN TRANSPORTASI LAUT SELAMA MASA LIBUR NATAL 2020 DAN TAHUN BARU 2021 DALAM MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19), yang berisikan tentang : 

1. Sehubungan dengan telah ditetapkannya Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan PeIjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal Dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dan dalam rangka pembatasan perjalanan orang dengan transportasi laut selama masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, maka perlu ditetapkan Petunjuk  Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Laut Selama Masa Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Dalam  Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

2. Ruang lingkup Surat   Edaran ini  adalah :
a. Protokol Kesehatan Umum;
b. Protokol Kesehatan terhadap  Pelaku Perjalanan Dalam Negeri;
c. Protokol Kesehatan terhadap  Pelaku Perjalanan Internasional 
d. Pemantauan, Pengendalian dan Evaluasi.

3. Dasar Hukum :
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008  tentang Pelayaran;
b. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan;
c. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
d. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional;
e. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);
f. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional;
g. Peraturan   Menteri  Kesehatan  Nomor 9  Tahun  2020   tentang  Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepata Penanganan  Corona Virus Disease 2019  (COVID-19);
h. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan NomorPM41 Tahun 2020; 
i. Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 A Tahun  2020  Tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit AkibatVirus Corona Di Indonesia. 

4. Pengoperasian transportasi laut dalam masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 selama masa penanganan pandemi COVID-19,harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Penumpang:
1) penumpang bertanggung jawab  atas  kesehatannya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan yang meliputi: jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, serta tunduk dan patuh pada syarat  dan ketentuan yang berlaku.
2) penumpang yang   melakukan  perjalanan  dari   darr/atau   menuju pelabuhan   di   Pulau    Bali   wajib menunjukkan   tiket   dan/atau boarding  pass  beserta dokumen persyaratan perjalanan berupa:
a)  identitas diri (KTP atau tanda  pengenallain yang sah); dan
b)  surat   keterangan uji  Rapid   Test  Antigen dengan hasil  negatif, yang dilakukan paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.
3) penumpang  dengan  usia   di  bawah  12  (dua  belas)   tahun    tidak diwajibkan untuk   menunjukkan Rapid Test Antigen sebagai syarat perjalanan.
4) penumpang rutin   di  Pulau  Jawa  yang  melakukan perjalanan dan tujuan   yang  sama   lebih  dari   1 (satu) kali, dengan menggunakan kapaI  laut  yang  melayani pelayaran lokasi terbatas antar pulau atau antar pelabuhan domestik dalam   wilayah satu   aglomerasi tidak  diwajibkan untuk   menunjukkan Rapid   Test  Antigen sebagai syarat  perjalanan.
5) penumpang yang berasal dari luar negeri menuj pelabuhan domestik khususnya  di  Pulau  Bali,  atau pelabuhan lainnya  di Indonesia, wajib  menunjukkan surat   keterangan uji  Reverse Transcriptase Polymerase Chain  Reaction  (RT-PCR Tes dengan hasil negatif yang diperoleh dari  negara asal keberangkatan dengan masa berlaku paling  lama   3  x  24 jam   sejak  diterbitkan dalam   e-HAC Indonesia.
6) penumpang yang  berasal dari luar  negeri  setelah tiba  di pelabuhan dilakukan pengawasan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat berupa pemeriksaan suhu  tubuh, validasi surat  keterangan uji RT¬ PCR Test negara asal keberangkatan, dan  RT-PCR Test ulang.
7) selama  waktu    tunggu  hasil    pemeriksaan  RT-PCR   Test   ulang sebagaimana dimaksud pada  angka  6), penumpang wajib menjalani karantina    di   tempat  akomodasi  karantina   khusus   yang   telah disediakan oleh Pemerintah,   atau     memanfaatkan   akomodasi karantina    dengan  biaya   mandiri  (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan    sertifikasi  penyelenggaraan  akomodasi  karantina COVlD-19 dari Kementerian Kesehatan.
8) dalam  hal   hasil    pemeriksaan  RT-PCR  Test  ulang  sebagaimana dimaksud    pada     angka   7) menunjukkan   hasil     positif,  maka penumpang tidak   dapat  melanjutkan  perjalanan,  dan   diwajibkan untuk melakukan   karantina    di    akomodasi   karantina    yang disediakan  oleh   Pemerintah atau   isolasi mandiri sesuai  dengan protokol penanganan  COVID-19 yang   diberlakukan  oleh   aparat pemerintah daerah setempat.
9) pemeriksaan setempat secara acak  (random   test)  dapat dilakukan oleh  Satuan   Tugas  Penanganan COVID-19 Daerah   terhadap penumpang sebagaimana dimaksud pada   angka 3) dan  angka 4), dengan melakukan uji COVID-19melalui penggunaan RT-PCRTest atau  Rapid  Test Antigenbila diperlukan.
10) Apabila berdasarkan  Rapid Test Antigen atau  Rapid  Test Antibodi penumpang menunjukkan hasil negatif'/non reaktif   namun menunjukkan  gejala, maka penumpang tidak   boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes  diagnostik RT-PCR dan  isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil  pemeriksaan.
11)  Ketentuan     penggunaan     dokumen     persyaratan     perjalanan sebagaimana dimaksud pada  butir  4.a  ini tidak  berlaku bagi penumpang dengan menggunakan moda transportasi  laut  perintis untuk keperluan niaga di daerah 3TP (Tertinggal,Terdepan, Terluar dan  Perbatasan).
12)  Perjalanan   dengan   menggunakan   moda   transportasi   laut   di pelabuhan  di  luar   Pulau  Bali,  mengikuti kebijakan yang   sudah berlaku    sebagaimana   diatur    dalam   Surat    Edaran    Menteri Perhubungan  Nomor SE  16 Tahun 2020  tentang  Perubahan Atas Surat  Edaran  Menteri Perhubungan  Nomor SE   12  Tahun  2020 Tentang    Petunjuk    Pelaksanaan    Perjalanan    Orang    Dengan Transportasi Laut   Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru   Menuju Masyarakat  Produktif  Dan   Aman  Corona   Virus   Disease    2019 (COVID-19).

b.   Operator  Kapal Penumpang:
1)  mematuhi  dan   melaksanakan  ketentuan  yang   diatur  dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19Nomor 3 Tahun 2020   tentang  Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari  Raya Natal Dan   Menyambut Tahun  Baru   2021   Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019  (COVID-19);
2)  melakukan  pemeriksaan  kesehatan  bebas  COVID-19 secara  rutin terhadap    karyawan,   awak  kapal personil  operasional lainnya melalui pelaksanaan uji  RT-PCRTest, uji  Rapid  Test Antigen atau  uji Rapid Test sesuai ketentuan yang  berlaku;
3)  melakukan   sosialisasi  dan    menerapkan   pendisiplinan   protokol kesehatan terhadap karyawan, awak kapal, pengguna jasa   ataupun personil operasionallainnya, yang  meliputi:jagajarak,  pakai masker, dan  cuci  tangan serta  tunduk dan  patuh pada  syarat dan  ketentuan yang  berlaku;
4)  menerapkan jaga   jarak,  pakai masker  dan   cuci   tangan  terhadap awak kapal, personil operasional lainnya ataupun  penumpang pada saat     persiapan  perjalanan,  selama  perjalanan  dan    saat    tiba   di pelabuhan tujuan atau  pelabuhan debarkasi;
5)  menyiapkan  tempat  cuci   tangan  atau    penyanitasi  tangan  (hand sanitizen    di atas  kapal dan  penyediaan masker bagi penumpang yang memerlukan;
6)  melaksanakan   pemeriksaan  suhu   tubuh   terhadap   awak  kapal, personil    operasional  lainnya   ataupun penumpang   pada   saat persiapan perjalanan, selama perjalanan dan  saat  tiba  di pelabuhan tujuan atau pelabuhan debarkasi;
7)  menyiapkan prosedur tetap penanganan keadaan darurat pada saat persiapan perjalanan , selama perjalanan dan  saat  tiba  di pelabuhan tujuan atau  pelabuhan debarkasi;
8)  memastikan  calon  penumpang  memenuhi  dokumen  persyaratan perjalanan sebelum diberikan tiket  atau dokumen angkutan;
9)  melakukan   layanan   pemesanan   tiket     (reservation)    bagi    Calon Penumpang pada Kantor Pusat maupun Kantor Cabang baik  offline maupun online dan  dilarang melakukan kenaikan tarif;
10) menerapkan jaga  jarak  (physical  distancing)   dan  melakukan pengendalian    jumlah    antrian    apabila terjadi    antrian    calon penumpang  pada  loket pelayanan tiket   di  kantor  pusat  maupun cabang;
11) melayani proses  refund/reroute/reschedule bagi penumpang  yang gagal berangkat, tanpa dikenakan biaya tambahan; dan
12) pelaksanaan  reroute  atau   reschedule   pelayaran penumpang berlaku untuk  1 (satu) kali pemesanan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

c.   Operator  Terminal  Penumpang:
1) mematuhi dan   melaksanakan ketentuan  yang diatur  dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19Nomor 3 Tahun 2020 tentang  Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari  Raya Natal Dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease  2019 (COVID-19);
2) melakukan  pemeriksaan kesehatan  bebas  COVID-19secara  rutin terhadap  karyawan ataupun  personil operasional lainnya melalui pelaksanaan uji  RT-PCR Test,  uji  Rapid  Test Antigen atau   uji  Rapid Test Antibodisesuai ketentuan yang berlaku;
3) melakukan sosialisasi dan  menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan    terhadap- karyawan,  pengguna jasa ataupun   personil operasional lainnya, yang meliputi: jaga  jarak,  pakai masker, dan cuci  tangan serta tunduk dan  patuh pada syarat dan  ketentuan yang berlaku
4) menyiapkan  tempat  cuci   tangan  atau    penyanitasi  tangan  (hand sanitizen     pada   lokasi  pintu   keluar dan atau  masuk   terminal penumpang  di   pelabuhan,  serta  penyediaan  masker  bagi   yang memerlukan;
5)  menyediakan sarana  pengecekan (check  point)   dan   melaksanakan pengecekan pada  akses  utama  keluar  dan atau  masuk  terminal penumpang di pelabuhan;
6)  melaksanakan pemeriksaan suhu   tubuh terhadap setiap orang pada saat  akses keluar/masuk  pelabuhan;
7)  menyiapkan  prosedur  tetap    penanganan   keadaan   darurat   pada terminal penumpang di pelabuhan; dan
8)  menyediakan akomodasi karantina khusus di pelabuhan.

d. Syahbandar 
Pada  pelabuhan embarkasi danj'atau  pelabuhan debarkasi agar   senantiasa  melakukan tindakan pengawasan, antara  lain  namun tidak  terbatas pada  hal-hal sebagai berikut:
1)  mematuhi  dan   melaksanakan  ketentuan  yang   diatur  dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19Nomor 3 Tahun 2020   tentang  Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari  Raya Natal Dan   Menyambut Tahun Baru   2021   Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019  (COVID-19);
2)  menyusun  identifikasi risiko dan   rencana  mitigasi risiko terhadap pengoperasian Angkutan Laut Natal 2020 dan  Tahun Baru  2021;
3) melakukan   sosialisasi  dan    menerapkan   pendisiplinan   protokol kesehatan  COVID-19yang meliputi antara lain:  jaga   jarak,  pakai masker, dan  cuci  tangan kepada Operator Kapal, Operator Terminal Penumpang dan  pengguna jasa  pelabuhan lainnya;
4) melakukan  pemeriksaan  kesehatan  bebas  COVID-19 secara  rutin terhadap pejabat atau  pegawai melalui pelaksanaan uji RT-PCR Test, uji  Rapid  Test Antigen atau  uji  Rapid  Test Antibodi sesuai ketentuan yang  berlaku;
5) menunjuk Petugas untuk melakukan pengawasan dan  pengendalian terhadap    pelaksanaan   Surat  Edaran ini dilengkapi dengan  Alat Pelindung Diri (APD);
6) dalam   melakukan   pendisiplinan  protokol  kesehatan   COVID-19 tersebut,   dilakukan   Syahbandar bersama-sama   dengan   un sur Penyelenggara Pelabuhan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Polisi, TNI, Pemerintah Daerah, Satuan Tugas Penanganan COVID-19Daerah, Operator Terminal dan  instansi terkait lainnya yang  tergabung dalam Posko Terpadu Angkutan Laut  Natal 2020  dan  Tahun Baru  2021;
7) melaporkan  kegiatan  pengawasan angkutan  laut   Natal 2020   dan Tahun Baru  2021  setiap hari  melalui Posko Terpadu;
8) melaporkan hasil  evaluasi setelah berakhirnya Anglrutan Laut  Natal 2020  dan  Tahun Baru  2021;
9) Syahbandar   sesuai   dengan  kewenangannya  berhak   melakukan penegurarr/peringatan, penghentian dan Zatau  pelarangan perjalanan penumpang atas   pelanggaran terhadap  pelaksanaan  Surat  Edaran ini darr/atau ketentuan peraturan perundangan-undangan.

5. Para   Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Otoritas Pelabuhan  Utama, Kesyahbandaran  dan   Otoritas Pelabuhan,  Kesyahbandaran  dan   Otoritas Pelabuhan    Khusus   Batam,   dan    Unit    Penyelenggara Pelabuhan   agar menyampaikan    dan    mensosialisasikan  surat     edaran   ini   kepada  para pemangku kepentingan,   instansi   pemerintah   daerah,   Satuan   Tugas Penanganan COVID-19Daerah dan masyarakat pengguna transportasi laut di wilayah kerja  masing-masing, melakukan koordinasi dan  melaksanakan ketentuan serta  pengawasan terhadap pelaksanaan Surat Edaran ini.

6. Surat   Edaran   ini berlaku  terhitung  sejak tanggal ditetapkan  dan   berlaku efektif mulai tanggal  22 Desember 2020 hingga 8 Januari  2021.

7. Surat Edaran ini sewaktu-waktu dapat diubah  dan dilakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk/ pemberitahuan dari  instansi yang berwenang.

8. Demikian disampaikan,  untuk  dapat dilaksanakan  dengan penuh  tanggung jawab.

Source : hubla

Komentar

Berikan masukan dan informasi yang positif untuk masyarakat luas

Copyright © 2021 | PT.Xspace Pratama Duta - PT.MDB | Maritime Applications. All Rights Reserved